MotoGP 2022: Mawas Diri, Fabio Quartararo Tak Ingin Ngeluh Lagi ke Yamaha

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memilih untuk melakukan evaluasi dirinya sendiri di MotoGP 2022. Dia hanya ingin memberikan yang terbaik kepada tim berlogo garpu tala tersebut dan mengurangi keluh kesahnya. Sebagaimana yang diketahui, Quartararo berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemuncak klasemen MotoGP 2022 setelah Grand Prix Spanyol berlangsung, Minggu (1/5/2022).

Tersaji di Sirkuit Jerez, Fabio Quartararo harus puas finis di urutan kedua setelah kalah dari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo). Kini, Quartararo menduduki urutan pertama dengan koleksi 89 angka. Dia unggul tujuh poin dari pesaing terdekatnya, Aleix Espargaro (Aprilia).

Sebelum menemukan konsistensi performanya, Quartararo kerap kali mengeluhkan kondisi pengembangan YZR M1 yang lemot. Maklum, di antara kuda besi dari setiap pabrikan yang berlaga di MotoGP 2022, M1 bisa dibilang paling terbelakang soal pengembangan speed. Namun dalam beberapa seri terakhir, M1 mampu bersaing di grid depan.

Dan kenyataannya hanya Quartararo yang mampu menyuguhkan hal tersebut dari 4 rider yang dimiliki Yamaha. Quartararo memahami, ketimbang dia mengeluhkan hal hal remeh temeh, alangkah baiknya jika dia fokus untuk menyiapkan balapan selanjutnya. "Dengan kemenangan ini, saya tetap berada di puncak klasemen. Saya sadar bahwa finis di 10 besar merupakan faktor penting, setiap poin adalah emas dalam perburuan gelar juara dunia musim ini," terang Quartararo, dikutip dari laman Motosan .

El Diablo sadar kendati dirinya mampu bersaing di grid depan, bukan berarti masalah Yamaha sudah teratasi. "Saya sudah capek ngeluh terus. Yamaha memang masih memiliki masalah, namun saya sebagai pembalap bukan hal yang tepat untuk mengeluh terus terusan." Dia menyadari bahwa tugasnya sebagai pembalap ialah memberikan hasil terbaik sekaligus feed back terhadap pengembangan M1.

"Perhatian saya saat ini adalah berkonsentrasi memberikan yang terbaik, dan membantu memberikan masukan kepada para teknisi," jelasnya lebih lanjut. Meski demikian, Quartararo juga tak bisa mengesampingkan fakta perburuan gelar juara dunia semakin sengit. Tuntutan untuk menyempurnakan M1 akan terus dia lakukan.

Apalagi, persaingan menjadi kampiun MotoGP 2022 akan lebih bervariasi lewat kehadiran pembalap kejutan "Saya tahu bahwa Bagnaia akan kembali (memanaskan perburuan gelar juara). Namun tidak cukup itu saja, masih ada Aleix (Espargaro) yang tahun ini berhasil tampil konsisten," pungkas juara dunia MotoGP tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.